Jumat, 30 Maret 2018

Nafas baru itu bernama "Ayaka" (part2)


.
Satu hari, satu malam. Bayi belum lahir juga. Sampai akhirnya Dokter X (langganan) selesai dari cutinya dan visit. "Dokteerrr..." saya refleks memanggil. Ada campur haru dan lega. "Gimana.. gimana.." dokter pun senyum merespon panggilan saya. Saya bertanya, kenapa saya masih belum melahirkan. Beliau hanya menjawab tenang, "ya bayinya memang belum mau lahir, Bu. Hehe."
.
Dokter menanyakan pilihan saya, untuk menunggu alami atau dibantu induksi. Kalau saya tidak kuat, Beliau menyarankan untuk induksi. Akhirnya, saya memutuskan untuk induksi pada keesokan harinya, karena saya ingin tidur dulu. Qadarullah, malam itu saya tidak bisa istirahat untuk tidur. Kontraksi semakin kencang terasa. Tapi pembukaan tetap stuck :(
.
Induksi pun dimulai esok harinya pada pukul 11 siang. Masyaa Allaah.. terkadang, saya berpikir untuk menyerah saja. Berkali-kali saya berbicara pada suami, bahwa saya sudah menyerah, tapi dia tetap menguatkan "Ayang jangan ngomong gitu, positif thinking, ayo bisa bisa. Ayang pasti bisa. Bismillaah." .
.
Mual dan lemas. Asupan makanan jadi terbatas. Alhamdulillah suami betul-betul support selama proses itu. How lucky i am. Alhamdulillah :')
.
Induksi berakhir pada jam 9an malam. Qadarullah, pembukaan naik menjadi 4. Saya langsung dialihkan ke ruang bersalin. "Ketubannya dipecahin ya, Bu." Subhanallah, hanya dalam setengah jam, pembukaan sudah hampir lengkap. "Wah! Sudah nyampe 9 nih, Bu." Dokterpun dipanggil untuk persiapan lahiran. Suami memeluk saya sambil berdzikir dan mengingatkan saya untuk selalu atur nafas. .
.
22.30. Tangisan pertama itu terdengar, setelah 2 Hari 2 Malam. 40 minggu 5 hari. Kami berdua terharu, bahagia yang tidak terhingga. Alhamdulillah. Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
.
Namanya "Ayaka.." artinya "Colorful flower" :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Equilibrium] Exhibit 181124

Ini sudah hari kedua aku meninggalkan negara itu. Di mana satu minggu terakhir turbulensi hidup nampak chaos. Atau sebenarnya, aku sendiri y...