.
Pagi kemarin, saya dikejutkan dengan sebuah telepon dari penjaga di kantor tempat kerja saya dahulu. "Mba, saya punya pisang sama singkong. Hasil panen dari kebun sendiri. Terus inget Mba . Mau engga? Nanti saya anter ke rumah. Mba ada di rumah?"
Dengan suka cita saya sambut tawarannya Bapak tersebut. "Wah! Mau banget, Pak! Hatur nuhun! Jazakallah!"
.
Entah kenapa kebaikan si Bapak tersebut cukup buat saya terharu. Padahal sudah setahun lebih kami tidak bertemu. Kadang, hal-hal sederhana seperti itulah yang akhirnya bisa menyentuh kalbu.
.
Begitupun saat itu...
.
Banjir ucapan belasungkawa kala itu saya terima. Dari sahabat dekat hingga orang yang baru saya kenal pertama kali. Ada diantaranya bercerita, apa saja pengalaman yang dilalui bersama almarhum suami. .
.
"Saya waktu itu mengundang teman-teman untuk menonton saya tanding sepak bola. Dan hanya almarhum saja yang datang untuk memberikan support." ujar sahabatnya. .
.
Ah, ya. Lagi-lagi tentang kebaikan.
.
Lantas, apa yang akan dikenang oleh orang lain dari diri kita?
.
Foto: Pisang & Singkong hasil panen si Bapak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar