Kamis, 03 Mei 2018
Jembatan Rindu
#sekedarcerita
Al-Quran ini, dulunya milik alm suami. Yang sering dibawa di dalam tas, atau dibaca di rumah. Dulu, inget omongannya dia, saat saya ada keinginan buat punya Al-Qur'an baru: "Buat apa banyak-banyak punya Al-Quran tapi jarang dibaca." .
Yes.. ini punyanya satu-satunya thok dari jaman dia kuliah. Dia beli di Masjid Salman ITB.
Al-Qur'an ini juga yang dia gunakan untuk bacaan rutin selama saya hamil hampir setiap harinya. "Ade bayi (ayaka), kita ngaji yuk!" (Sambil usap-usap perut). Dia pernah bilang, ibadah itu yang penting rutin. Gapapa baca sedikit juga, asal dirutinkan setiap hari, katanya.
Terakhir, Al-Qur'an ini saya temukan di dalam tasnya saat kejadian itu. Saat terakhir dia pamit pada kami untuk pergi kerja. Dia kadang bawa ke tempat kerja. Katanya, biar pas istirahat bisa diisi sama ngaji.
Pas hari kejadian itu, Al-Quran ini saya temukan dalam kondisi basah. Alhamdulillah ga sampai rusak. Karena, waktu kejadian, memang saat hujan lebat. Semua barang-barang dia pun basah. .
Setelah kejadian, saya bersikeras untuk membawa serta Al-Quran ini sama saya. Ini Al-Quran satu-satunya yang saya punya sekarang.
Selain Ayaka, salah satu jembatan pengubung saya dengannya adalah Al-Quran ini. Semoga, setiap ayat yang dibaca, bisa jadi amal jariyah untuk pemiliknya. .
Semoga, ditempatkanNya di tempat yang terbaik ya abang... saya cuma sedang rindu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[Equilibrium] Exhibit 181124
Ini sudah hari kedua aku meninggalkan negara itu. Di mana satu minggu terakhir turbulensi hidup nampak chaos. Atau sebenarnya, aku sendiri y...
-
. Pagi kemarin, saya dikejutkan dengan sebuah telepon dari penjaga di kantor tempat kerja saya dahulu. "Mba, saya punya pisang sa...
-
Lama sudah aku tak singgah di kota ini. Satu bulan? Dua bulan? Mungkin lebih. Aku tak begitu mengingat soal waktunya. Yang aku ingat...
-
28/06/2023 14:55 WIB Ini sudah periode yang kesekian. Kesekian kalinya pula, saya masih merasakan hal yang sama, berulang padamu. Keputusas...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar