Jumat, 29 Juni 2018

Yang Teringat: Kata terakhir

"mencoba tegak"
foto: dokumentasi pribadi

#sekedarcerita
Baru-baru ini punya bacaan menarik di akun steller-nya @catwomanizer (klik disini). Salah satunya adalah topik “Unforgettable last word.” Membaca tiap halamannya, mau tidak mau membawa saya pada momen-momen terakhir bersama almarhum suami.
.
Tiga hari sebelum kejadian, kami semua berkumpul di rumah. Oh ya, setelah hamil 9 bulan, saya dan suami menjalankan hubungan jarak jauh. Suami bekerja di Samarinda, sedangkan saya mengungsi di kota Balikpapan yang berjarak 3 jam perjalanan. Kami bisa bertemu seminggu sekali saat itu. Begitupun sampai melahirkan dan hingga kejadian, kami bertemu hanya saat akhir minggu. 
.
Dua malam sebelum kejadian, saya tiba-tiba bilang kepada suami, 
Yang (sayang) sini deh, boleh peluk ga?” 
Suami kelihatan heran, terus jawab “Wah, kenapa nih?” 
Gak apa-apa pengen aja. Hehe.” 
Entah kenapa, saya ingin membuat momen tersebut secara tiba-tiba.
Momen 5 menit tersebut, tidak disangka menjadi momen terakhir buat kami.
.
Saya pun sempat bilang pas malam harinya, “Yang (sayang), kayaknya aku ga sanggup deh kalau besarin ayaka sendirian. Kamu kan pengen punya anak hafidzah, kayaknya kamu yang lebih mampu soal ilmunya.”  Walaupun, ternyata harus dibuat sanggup :')
.
Karena waktu berdua kami yang terbatas jarak, dan komunikasi kami saat itu sebatas whatsapp voice, banyak hal yang akhirnya membuat momen-momen bersama terasa sangat singkat. Mungkin hal itu pula yang membuat dia bilang “maaf” saat terakhir pamit kerja untuk terakhir kalinya. Dan juga menjadi saat perjumpaan terakhir semasa hidupnya.
.
“Yang, maafin abang ya…”
“Ayaka, maafin ayah ya…”
.
Itu kata-kata terakhir yang dia ucapkan sambil mengecup kami berdua, sebelum pamit kerja, pamit yang sebenarnya kembali padaNya. Dan mungkin jadi momen yang akan sering teringat dan sebagai pengingat.
.
Kata-kata terakhir kadang jadi cambuk. Gak hanya terpisah karena kematian saja, tapi juga hal lain. Saya juga jadi teringat momen-momen perpisahan lainnya. Kadang, ada kalimat-kalimat yang secara gak sadar terpahat di ingatan. Memahami, apa yang harus kita cerna dari kejadian tersebut dan menjadi lebih terjaga.


Bandung, 29 Juni 2018


[Equilibrium] Exhibit 181124

Ini sudah hari kedua aku meninggalkan negara itu. Di mana satu minggu terakhir turbulensi hidup nampak chaos. Atau sebenarnya, aku sendiri y...