Jumat, 11 Mei 2018

Baby Born



#sekedarcerita 
Pernah ngerasain hidup tiba-tiba ke-reset? Saya ngalamin itu hampir 2 tahun lalu. Ketika saya ngerasain di titik nol. Semenjak kejadian itu, saya hilang ritme. Berusaha beradaptasi sekian kali. Beberapa kali jatuh lalu berantakan lalu berusaha merapikan lagi. Berusaha berdiri stabil, tapi goyah lagi. Sampai akhirnya, saya meyakinkan diri, saya harus bisa bertahan lama kali ini. .
.
Saya berubah. Banyak berubah. Perubahan yang ga sepenuhnya saya sadari. Saya sampai bertanya pada sahabat saya @niniest, "kok gw berubah gini ya niest?" Kurang lebih dia bilang, "karena lo ngalamin kejadian besar, dalam waktu yang dekat. Kelahiran dan kematian." .
.
Ketika mengabadikan momen ini, saya berpikir. "Ternyata saya sampai juga di momen ini." Bagi saya, ini adalah pencapaian yang jauh lebih besar mengingat titik reset itu. Belum sempurna memang, jauh. Masih jauh dari sempurna. Beberapa minggu merasa overload, beberapa minggu merasa megap-megap, beberapa minggu kondisi naik turun, tapi saya merasa bersyukur untuk bisa sampai di titik ini. Alhamdulillah wa syukurillah. .
.
Pic: booth @ayaka.living yang baru menetas dari cangkangnya secara perdana. Masih newborn. Welcome ❤

Kamis, 03 Mei 2018

Jembatan Rindu



#sekedarcerita 
Al-Quran ini, dulunya milik alm suami. Yang sering dibawa di dalam tas, atau dibaca di rumah. Dulu, inget omongannya dia, saat saya ada keinginan buat punya Al-Qur'an baru: "Buat apa banyak-banyak punya Al-Quran tapi jarang dibaca." .

Yes.. ini punyanya satu-satunya thok dari jaman dia kuliah. Dia beli di Masjid Salman ITB. 
Al-Qur'an ini juga yang dia gunakan untuk bacaan rutin selama saya hamil hampir setiap harinya. "Ade bayi (ayaka), kita ngaji yuk!" (Sambil usap-usap perut). Dia pernah bilang, ibadah itu yang penting rutin. Gapapa baca sedikit juga, asal dirutinkan setiap hari, katanya.

Terakhir, Al-Qur'an ini saya temukan di dalam tasnya saat kejadian itu. Saat terakhir dia pamit pada kami untuk pergi kerja. Dia kadang bawa ke tempat kerja. Katanya, biar pas istirahat bisa diisi sama ngaji.

Pas hari kejadian itu, Al-Quran ini saya temukan dalam kondisi basah. Alhamdulillah ga sampai rusak. Karena, waktu kejadian, memang saat hujan lebat. Semua barang-barang dia pun basah. .

Setelah kejadian, saya bersikeras untuk membawa serta Al-Quran ini sama saya. Ini Al-Quran satu-satunya yang saya punya sekarang.

Selain Ayaka, salah satu jembatan pengubung saya dengannya adalah Al-Quran ini. Semoga, setiap ayat yang dibaca, bisa jadi amal jariyah untuk pemiliknya. .

Semoga, ditempatkanNya di tempat yang terbaik ya abang... saya cuma sedang rindu.

[Equilibrium] Exhibit 181124

Ini sudah hari kedua aku meninggalkan negara itu. Di mana satu minggu terakhir turbulensi hidup nampak chaos. Atau sebenarnya, aku sendiri y...